Latest Entries »

Bulan Oktober 2011 ini Apple kembali meluncurkan sistem operasi terbarunya yaitu IOS 5 hampir berbarengan dengan peluncuran gadgetnya yaitu iPhone 4S. Seperti yang dilansir dalam website resmi mereka yaitu apple.com, dalam IOS 5, telah ditambahkan lebih dari 200 fitur baru atau diperbaharui, diantaranya adalah:

1. Notification Center

Dengan Notification Center ini mempermudah kita untuk mengetahui berbagai pemberitahuan baik itu email, teks, permintaan teman, dll. Kita tinggal mem-swipe down dari bagian atas layar untuk masuk ke Notification Center ini dan tinggal pilih mana pemberitahuan atau notifikasi yang mau kita lihat. Pemberitahuan baru pun hanya muncul sebentar di atas layar, tanpa mengganggu apa yang sedang kita kerjakan.

2. iMessage

Dengan iMessage, kita bisa berkirim pesan baik text, foto, video, lokasi atau kontak ke seluruh pengguna IOS 5 baik itu iPad, iPhone, atau bahkan iPod. Bahasa sederhananya ya semacam Blackberry Message gitu deh.

3. Newsstand

Nah klo fitur newsstand ini mempermudah kita klo mau langganan majalah, karena bisa di organisir dalam satu folder sehingga kita bisa akses langganan majalah favorit kita dengan mudah.

4. Reminders

Dengan fitur to do listnya, reminder ini juga bisa berbasis lokasi dan didukung oleh iCal, Outlook, dan iCloud. Seperti yang dicontohkan di situs apple, basis lokasi ini bisa digunakan dalam reminder misalnya anda ingat harus membeli susu dalam perjalanan, nah begitu anda berjalan melewati swalayan terdekat, reminder atau pengingat ini akan bekerja dan mengingatkan anda untuk membeli susu.

5. Twitter

Bagi anda yang suka suka microbloging atau twitteran bisa lebih mudah, karena dengan twitter yang sudah terintegrasi dalam IOS 5, dengan masuk sekali ke manu pengaturan, anda dapat langsung tweet langsung dari Safari, Photo, Camera, Youtube atau Maps.

6. Camera

Nah untuk camera ini sekarang dengan IOS 5 bisa dibuka langsung dari layar yang terkunci. soalnya kadang kan kita ga tau tuh kapan dapat moment-moment yang tidak terduga untuk diabadikan.

Untuk fitur-fitur yang lain seperti yang saya tulis di bawah ini, akan saya bahas lain kali ya….. (bersambung)

  1. Photos
  2. Safari
  3. PC Free
  4. Mail
  5. Calendar
  6. Game Center
  7. Wi-Fi Sync
  8. Multitasking Gestures for iPad
  9. AirPlay Mirroring
  10. Accessibility

sumber: apple.com dengan terjemahan seadanya

Tips VS Service

Di salah satu kuliah pak WWW, dia menceritakan pengalamannya melewati jalur diplomatik di bandara setelah kembali dari luar negeri. Temannya bercerita bahwa kalau mau cepat dan tidak mau antri bisa lewat jalur itu dengan menyelipkan selembar u**g di pasport. Pak WWW kemudian mempraktekannya dan memang berhasil. Betapa pelayanan bisa dibeli dengan lembaran kertas atau tips, begitu kesimpulan saya waktu itu.
Dari cerita tersebut saya teringat pengalaman saya ketika membeli barang di Carefour Ambarukmo Plaza Yogyakarta. Kebetulan yang saya beli adalah lemari kecil dan lemari televisi yang bisa dirakit sendiri. Pada saat saya membawa trolly leluar dari carefour menuju tempat penjemputan atau pesan taxi, ada seorang petugas berpakaian rapi bercorak batik yang membantu saya mengangkat barang-barang tersebut dan meletakkannya ke dalam taxi. Pada saat saya akan masuk taxi, saya menyerahkan selembar uang sepuluh ribuan kepadanya, karena saya pikir dia sudah membantu saya mengangkat barang-barang yang lumayan berat tersebut. Tapi dengan halus dia menolak dan mengatakan tidak boleh menerima tips. Saya pun mengucapkan terima kasih dan seketika saya terkesan atas pelayanan entah dari management Carefour atau Ambarukmo Plaza. Dari situ saya menilai bahwa pelayanan yang baik, ramah dan sopan, bisa lebih ampuh untuk merebut hati pelanggan agar mengingat suatu produk, tempat, atau jasa tertentu
Beberapa hari kemudian, ban motor suami saya bocor. Setelah menambal ban tersebut pada malam dimana ban tersebut bocor, sore hari berikutnya suami saya mengajak saya ke bengkel tempat dia dulu membeli ban tubeless tersebut dan mengisi ban dengan nitrogen (kalau tidak salah). Nama bengkel tersebut adalah Si Tepat di daerah Gejayan. Pada saat membeli ban, suami saya memang mendapatkan kartu yang berlaku seperti garansi, namun pada saat itu suami saya lupa membawanya. Karyawan bengkel pun memeriksa ban tersebut, mencari dimana lubangnya, dsb. Sampai akhirnya disimpulkan bahwa tidak ada lubang, hanya saja velgnya tidak rata dan ada bekas seperti congkelan yang membuat angin keluar. (Kami ingat dulu pada saat motor baru dan belum diganti ban tubeless, suami saya pernah menambal ban dalam di bengkel seadanya yang kami temukan dalam perjalanan dan tukang tambal ban tidak melapisi besi untuk membuka ban dengan karet ban sehingga merusak cat velg dan berakibat pinggiran velg bagian dalam menjadi tidak rata). Singkat cerita, karyawan bengkel Si Tepat ini kemudian melakukan pekerjaannya sehingga ban dapat dipasang kembali dan cacat di velg dapat diminimalisir hingga angin tidak keluar dari sela-selanya. Setelah selesai suami saya menanyakan berapa biayanya, namun mereka berkata tidak usah, dibawa saja pak. Nah inilah yang membuat saya terkejut, padahal suami saya lupa lho tidak membawa kartu garansinya. Saya memaksa suami saya memberikan tips, dan suami saya pun mencoba memberikan uang kepada karyawan bengkel, namun mereka kekeuh tidak mau menerima, tentunya dengan sikap yang sopan. Saya hitung lebih dari tiga kali suami saya berusaha memberikan tips tersebut namun mereka tetap menolak dan mengembalikannya lagi kepada suami saya. Sampai akhirnya kami menyerah dan pergi dari bengkel tersebut sambil mengucapkan terima kasih banyak. Dari sini saya menilai, bahwa sebuah bengkel kecil (walaupun mungkin cabangnya banyak sih atau franchise saya juga kurang tau) namun pemilik atau manajemen dari bengkel tersebut sudah bisa memahami bahwa kemudahan mendapatkan pelayanan adalah salah satu strategi merebut hati pelanggan. Apalagi untuk after sales, dimana dalam kondisi tertentu, pelanggan tidak perlu mengeluarkan biaya.
Dari sini kita bisa melihat, bahwa pengusaha swasta baik yang kecil, menengah maupun besar, sudah berlomba-lomba memberikan service atau pelayanan yang baik, tanpa pelanggan harus mengeluarkan uang untuk tips. Kalau kualitas layanan terus ditingkatkan, bukan tidak mungkin usaha-usaha ini (terutama jasa) akan berkembang menjadi suatu usaha yang besar, di ingat, dipercayai dan digunakan banyak orang.
Pelayanan-pelayanan di sektor pemerintahan harusnya bisa mencontoh hal tersebut. Bahwa suatu hal kecil bisa merubah pandangan dan kepercayaan seseorang akan suatu hal, produk, atau jasa. Saya yakin, sebuah usaha yang telah dikonsep dengan baik, dalam hal strategi bisnisnya, termasuk di dalamnya kualitas produk dan layanan pasti dapat berkembang, tentunya diiringi dengan konsep pengelolaan keuangan yang baik pula. Kalau semua sektor pemerintahan bisa menerapkan pelayanan yang baik, tentu kita tidak perlu kan memberikan tips untuk sesuatu yang sebenarnya mungkin sudah jadi bagian tugas pokok dan fungsi mereka. Karena budaya memberikan tips menurut saya pribadi dapat berdampak merusak sebuah sistem, SOP, maupun peraturan yang telah dibuat. Sayangnya kebanyakan pegawai di kantor pemerintahan tidak menganggap pekerjaan mereka sebagai suatu suatu bisnis yang bisa menguntungkan bagi instansi dan negara. Hal ini tentu tidak terlepas dari kurangnya rasa memiliki, baik terhadap pekerjaan, instansi atau pun negara tempat mereka (katanya) mengabdikan diri.
Saya tahu betapa berubah menjadi lebih baik memang tidak semudah membalik telapak tangan. Namun, Indonesia pasti bisa lebih maju, kalau kita mau untuk melakukan hal-hal yang lebih baik dimulai dari hal yang kecil, dari diri sendiri, dan lakukan mulai saat ini juga.