SEDRO
SEDRO
by. Didi, 2008
Sedro :
Aku ingin lari, aku ingin berteriak, aku ingin terbang melintasi gunung-gunung yang menjulang, ah bebanku terlalu berat untuk terbang, biarlah kudaki gunung-gunung itu walaupun di depannya masih ada bukit-bukit, yang walaupun tak setinggi gunung-gunung itu, namun tandus!!! Bukit-bukit kapur yang membentang dihadapanku! Sedro sudah terlalu jauh membawa akal sehatku ke dunianya, dunia maya yang penuh dengan peri-peri ciptaannya sendiri, juga jutaan monster-monster yang dia ciptakan dari imajinya sendiri, Ah ini tak nyata semua hanya ada di kepalanya! Tapi mengapa aku terjebak!!! Aku takut tidur!!! Aku takut bermimpi!!! Setiap kali kupejamkan mata, saat itulah Sedro datang dengan dunia ciptaanya, dia memperlakukanku dengan buruk, memaksaku mengikuti permainannya yang gila, jika aku menolak, maka segala terror yang paling mengerikan akan dia timpakan kepadaku, melalui makhluk-makhluk mengerikan ciptaannya itu tentunya. Kadang dia menggunakan cara yang halus, taktik psikologis, lewat peri-perinya yang tampan. Dia tahu, aku lemah dengan kesendirian, aku takluk dengan kesepian, aku kalah dihadapkan pada pilihan. Maka dia akan mulai mengirimkan peri-perinya, merayuku, mencuci otakku, dan memperkosa akal sehatku!!!
Oh Tuhan…. Aku ingin bangun!!! Wake up!!! Wake up!!! Jangan biarkan aku bermimpi!!! Aku tak pernah tahu mengapa Sedro melakukan itu padaku, mungkin benci, atau dendam kesumat, aku tak tahu, yang kutahu aku tak pernah menyakitinya, bicara padanya pun aku jarang. Dalam duniaku, ia tak lebih dari seorang laki-laki pendiam, sedikit introvert, dan sangat eksentrik. Aku tak pernah melihatnya bergaul dengan orang banyak, teman dekat kurasa dia juga tak punya, apalagi teman wanita!!! Selebihnya adalah gaya dandanannya yang aneh, dia suka sekali menata rambutnya ke atas, seperti gaya Mohawk, ada piercing di telinganya, dan tak pernah lepas dari kaos oblong dan celana jeans butut yang sobek-sobek. Tapi sejauh ini yang aku tahu, dia cukup sopan, juga rajin sekali bekerja.
13 Mei 2008
LANGIT :
Aku tak tahu kenapa fotonya masih terpampang di laptopku, aku sendiri sudah berhari-hari tak mendengar beritanya, dia menghilang seperti biasa, dan aku…seperti biasa pula…tak tahu bagaimana perasaanku padanya…rindukah…khawatir…atau tak peduli? Aku tak tahu, otakku rasanya sudah mati…aku tak tahu perasaan ini apa namanya… tapi entah mengapa fotonya masih terpampang di laptopku!!!
Mungkin…dulu…dulu sekali…aku pernah menganggap Langit adalah cowok tercengeng di dunia. Hanya padaku dia pernah menunjukkan tangisnya, itupun lewat telepon!!! Dihadapan orang lain, dia adalah lelaki yang gagah, kuat, kekar, seakan-akan tidak ada satu hal pun di dunia ini yang bisa membuatnya terluka (ah…aku lebih suka menyebutnya PREMAN!!!) dulu dia suka berkelahi dan mabuk!!! Ah sial sekali aku berteman dengannya, sial sekali aku punya penyakit insomnia, sehingga pada saat malam-malam menjadi gila baginya, maka dia akan meneleponku dalam keadaan mabuk hanya untuk bercerita bahwa seseorang telah terkena jurus tinju mabuknya hanya karena dengan sialnya orang itu lewat dihadapannya pada saat dia tertatih-tatih mencoba kembali ke rumah dalam keadaan teller berat!!. Uh belum berakhir penderitaanku, bahkan sampai muntahpun dia tidak akan mematikan hapenya, membiarkanku mendengarkan suara muntahannya dan dengan jijik membuatku membayangkannya muntah di toilet, dia tidak akan menutup telponnya sampai benar-benar tertidur. Ah dasar orang gila!!! Ah mabuk tidak mabuk tetap saja dia dengan seenak perutnya meneleponku pada jam-jam dimana orang-orang lagi enak-enaknya tidur hanya karena dia belum bisa tidur dan lagipula aku insomnia katanya, ah sial benar aku. Tapi entah kenapa, aku suka sekali mendengarkan ceritanya, walaupun berjuang dengan kantuk mataku, tapi aku tetap mendengarkannya. Ah… tetap saja, bagiku dia preman payah!!! Tampang oke, orangtua kaya, badan bagus, sok kuasa, sedikit sombong, tapi urusan cewek dia payah sekali!!!! Suer deh!!! Berani sumpe dia payah banget!!! Cinta dihatinya ternyata tak sebanyak keberaniannya untuk melakukan hobi-hobi gilanya itu. Dia tidak punya banyak teman wanita, pacarnya pun hanya satu, dan dia amat mencintainya… yah walaupun tetap dengan gaya sok coolnya itu!!! Hingga pada suatu saat mereka putus karena perbedaan keyakinan yang sudah tak mungkin disatukan dan dicarikan jalan keluarnya lagi. Aku ingat sekali waktu itu aku harus menahan tawaku saat dia meneleponku sambil menangis!!! Ah benar…benar payah!!! Preman macam apa yang nangis saat putus dengan kekasihnya!!!