Didi Ndut : Kasmaran 2
Hujan..cuacaku tak menentu..
apakah mataku yang basah oleh resah, ataukah hatiku yang luka dan memerah..?
masihkah bidukku berlayar dalam badaimu?
ataukah karam dalam bimbangku..?
Didi Ndut : Kasmaran 2
Hujan..cuacaku tak menentu..
apakah mataku yang basah oleh resah, ataukah hatiku yang luka dan memerah..?
masihkah bidukku berlayar dalam badaimu?
ataukah karam dalam bimbangku..?
Didi Ndut : Kasmaran 1
redup, angin di luar sampaikan dinginnya..
bertanya-tanya apakah gerimis jatuh dengan lembut..
ataukan hujan kembali menghebat?
tetap saja, pohon di luar meranggas layu…
130898
Allah…
Allah…
Allah…
begitu sering namamu kulupakan…
aku kok nakal banget ya…udah dikasih hidup tapi jarang bersyukur…hiks…hiks maapin aku ya Tuhan…
PALSU
aku tahu rasaku semu, palsu!!!
bagai manekin kayu yang terbuat sempurna
LUKA
tusukan pisau yang menjilati ulu hatiku
perlahan memudar, tapi…
tak seperti tatapannya yang nanar!!
yang membuat ciut nyaliku
HAMPA
tiba-tiba saja…penaku berhenti menggores
tak mau lagi menorehkan tinta hitam
tak mau meneruskan merampungkan
kata demi kata yang kususun
kini tinggal hampa…dilingkupi tanda tanya
CINTA SEDERHANA
cintaku cinta sederhana, hanya ada keikhlasan di dalamnya
mencintai dan dicintai tapi tidak mengikat dan tidak diikat
tidak mengekang dan tidak dikekang
karena pada dasarnya cinta itu sendiri adalah bebas!!!
dan biarkan aku mencintaimu denan caraku
walau itu berarti melepasmu pergi
PERISTIWA DI LOSMEN DEKAT PASAR, KETIKA HARI HUJAN : “OLEH SEORANG PRAMUNIKMAT”
peluklah aku, kecup bibirku, lepaskan gairahmu, dan biarkan malam yang hujan menambah birahi, menyusupkan nafsu-nafsu dalam darahku, untuk kita bertempur dalam ranjang sewaan yang reyot ini
RETAK
ada luka didalam sini, tercabik-cabik di dalam hati ini
sakit di jiwa merapuh, ketika kecewa tiba-tiba menganga
karena keluarga tak lagi menjadi segalanya
ditulis pas di rumah berantem terus
BEKU
kehangatan itu minggat dari hatiku
semuanya jadi dengin, beku…
perlahan hatiku menjelma gunung es
yang setiap detik bertambah tinggi, dingin, kaku, dan angkuh
dan aku tersiksa oelh keadaan ini