ANOMALI DIRIKU
egoku, egomu, egoku!
semuanya terlalu bias
bahkan aku sendiri tak bisa menjabarkannya!
ANOMALI DIRIKU
egoku, egomu, egoku!
semuanya terlalu bias
bahkan aku sendiri tak bisa menjabarkannya!
DI TANGANNYA BERLUMUR DARAH
lelaki itu mengerang!
orang itu menancapkan badiknya kedada lelaki itu
Crass…darah muncrat
berkali-kali, jles…jles…
ih…aku ngeri!
dia melihat ke arahku!
dia mengejarku, membawa badiknya
TOLONG…TOLONG…TOLONG
LELAKIKU, KERINDUAN YANG MENGENTAL
terpekur aku dalam diamku
ah datanglah demi rinduku
demi mimpi-mimpi di alam tidurku
DI TIKUNGAN JALAN, SUATU PAGI
berpapasan kita suatu pagi, ditikungan jalan,
tanpa sapa, tanpa senyum
ah… mungkin aku sudah benar-benar…
kehilanganmu
SESAL
gumpalan kata ini sempat berjejal didadaku
menyesak kemudian mengendap..
akhirnya kecewa, kau melenggang pergi
tanpa sedikitpun lambaian tangan untukku
oh.. bodohnya aku yang tak piawai mengutarakan kata cinta untukmu
DIAM
maaf jika selama ini aku diam
karena bagimu cintaku tak lebih tinggi dari gunung
tak lebih indah dari pelangi,
tak lebih hangat dari mentari
dan selebihnya hanya egomu yang menusukku
ga ada judul 4
gerimis, seperti tangis, seperti hati teriris,
seperti aku.. sendiri..
dalam dingin yang sepi!
ga ada judul 3
hujan..
basah dan dingin di luar sana
masihkah namaku dihatimu..?
ga ada judul 2
Basah di luar sana!!
cuaca masih menyisakan hujan semalam
jejeran cemara masih basah, menggigil
kaca-kaca masih buram
perlahan kutulis sesuatu disana..
ah..lagi-lagi namamu!!
ga ada judul 1
tiba-tiba kau muncul, menyeruak di antara wajah-wajah lama
dan memukul-mukul angkuhku
tak lama, begitu saja dan tanpa bertanya, kau liukkan kuasmu
sapuannya meninggalkan jejak, warna-warna lembut dan hangat,
yang mampu mencairkan batangan es yang sempat berjejal!!
dan hatikupun tak lagi biru beku!!