Didi Ndut : Kasmaran 1
redup, angin di luar sampaikan dinginnya..
bertanya-tanya apakah gerimis jatuh dengan lembut..
ataukan hujan kembali menghebat?
tetap saja, pohon di luar meranggas layu…
Didi Ndut : Kasmaran 1
redup, angin di luar sampaikan dinginnya..
bertanya-tanya apakah gerimis jatuh dengan lembut..
ataukan hujan kembali menghebat?
tetap saja, pohon di luar meranggas layu…
130898
Allah…
Allah…
Allah…
begitu sering namamu kulupakan…
aku kok nakal banget ya…udah dikasih hidup tapi jarang bersyukur…hiks…hiks maapin aku ya Tuhan…
LUKA
tusukan pisau yang menjilati ulu hatiku
perlahan memudar, tapi…
tak seperti tatapannya yang nanar!!
yang membuat ciut nyaliku
RETAK
ada luka didalam sini, tercabik-cabik di dalam hati ini
sakit di jiwa merapuh, ketika kecewa tiba-tiba menganga
karena keluarga tak lagi menjadi segalanya
ditulis pas di rumah berantem terus
BEKU
kehangatan itu minggat dari hatiku
semuanya jadi dengin, beku…
perlahan hatiku menjelma gunung es
yang setiap detik bertambah tinggi, dingin, kaku, dan angkuh
dan aku tersiksa oelh keadaan ini
DI TIKUNGAN JALAN, SUATU PAGI
berpapasan kita suatu pagi, ditikungan jalan,
tanpa sapa, tanpa senyum
ah… mungkin aku sudah benar-benar…
kehilanganmu
SESAL
gumpalan kata ini sempat berjejal didadaku
menyesak kemudian mengendap..
akhirnya kecewa, kau melenggang pergi
tanpa sedikitpun lambaian tangan untukku
oh.. bodohnya aku yang tak piawai mengutarakan kata cinta untukmu
DIAM
maaf jika selama ini aku diam
karena bagimu cintaku tak lebih tinggi dari gunung
tak lebih indah dari pelangi,
tak lebih hangat dari mentari
dan selebihnya hanya egomu yang menusukku
ga ada judul 4
gerimis, seperti tangis, seperti hati teriris,
seperti aku.. sendiri..
dalam dingin yang sepi!
ga ada judul 3
hujan..
basah dan dingin di luar sana
masihkah namaku dihatimu..?